Jumat, 13 November 2015

Fanfiction JKT48 Mantan Terindah [Prologue]

Mantan Terindah

By @SeenaGL

Woooo.... Ini fanfiction-ku terinspirasi dari lagunya si Isyana Sarasvati (bener gk? :v).. Semoga genre sadnya kerasa! Thank's yg udh mau nyempetin baca...!


[Prologue]


Seorang pria tengah duduk terdiam di salah satu café ternama di kota Jakarta. Pandangannya melayang entah kemana, pikirannya hampa nan kosong, matanya bertatapan kosong kearah langit melalui jendela café yang besar, sementara kedua tangannya memegangi sebuah foto berukuran sedang.

Lama kelamaan perlahan namun pasti butir demi butiran air mata menetes dari kedua pelupuk mata pria tersebut, ia tampak meremas foto gadis cantik yang sedari tadi di pegangnya.

Otaknya kembali memutar history tentang kebersamaannya bersama sang pujaan hati selama kurang lebih tiga tahun. Lama kelamaan butiran air mata itu kembali menetes, tetesan air mata pria tersebut kini jatuh ke jaket berwarna merah-hitam yang sedang ia pakai.

Kini pria tersebut menutup kedua matanya, mencoba menghayati dan mengenang kebersamaannya bersama sang gadis. Ia memejamkan matanya, namun tetes demi tetes air mata masih mengalir dari kedua sudut matanya.

"Elaine..." Lirihnya nyaris tak terdengar. Ia kembali memutar kejadian yang terjadi beberapa jam yang lalu, gadis bernama Elaine tersebut memutuskan hubungan special mereka hanya dalam sekejap.

Padaha pria tersebut yakin kalau gadis itu adalah jodohnya untuk selama-lamanya, namun ternyata pendapat pria ini salah. Gadis yang bernama Elaine ini tertangkap basah sedang bersama pria lain di salah satu mall di Jakarta.

Tetesan demi tetesan air mata jatuh sempurna di kedua pipi pria tersebut, ia hanya dapat mencoba menenangkan dirinya. Segampang itukah gadis tersebut melupakan dirinya? Atau apakah gadis tersebut tidak menyayanginya?

Benar... Selama ini tepatnya belakangan ini pria tersebut hanya dimintai tolong mengerjakan tugas-tugas yang di berikan oleh guru mereka. Bahkan, saat sang pria ingin mengajak gadis tersebut berjalan-jalan selalu saja ada alasan untuk sang gadis menolak ajakannya.

"Hey..."

Sebuah tangan yang putih nan halus mendarat mulus di pundak pria yang tengah menangis ini, sang pria kini dengan cepat menghapus sisa-sisa air matanya dengan kedua tangan dan menatap kearah gadis yang baru saja menyapanya ini.

"Kak Melody...?" Pria yang tadinya menangis kini memeluk erat gadis yang berada di hadapannya, seperti tidak ingin kehilangan satu-satunya benda paling berharga di dunia.

Sementara sang gadis hanya bisa kaget dengan apa yang dilakukan sang pria malang tersebut "ka.. Kamu kenapa dek? Apa ada masalah lagi?" Gadis tersebut hanya dapat mencoba menenangkan sang pria yang umurnya lebih muda 1 tahun darinya.

"Elaine...." Pria tersebut mencoba untuk menggeleng cepat "Eng... Enggak ada"

Gadis yang bernama Melody hanya dapat melepaskan pelukan mereka secara perlahan namun pasti. Ia menatap kedua buah mata adik kesayangannya ini dengan dalam mencoba mencari tau permasalahan "kamu kenapa...? Jam sebelas malem begini belum pulang... Kakak kira kamu kenapa-kenapa tau dek..." Melody hanya bisa melampiaskan kecemasan dan kekhawatirannya yang sudah ia rasakan sejak siang.

Sang adik hanya bisa menggeleng sambil tertunduk. Pria ini menghela nafas panjang dan mengusap sisa-sisa tetesan air mata miliknya yang masih terjatuh.

"Kenapa... Air mata ini gak bisa berhenti? Apakah ini yang dinamakan air mata kekecewaan?" Batin sang pria, kedua bola matanya menatap dalam-dalam foto yang sedari tadi berada di meja. "Elaine... Aku gak nyangka kamu sejahat ini Elaine, padahal aku setia sama kamu, aku selalu ada buat kamu, aku selalu nolongin kamu.. Tapi apakah ini balasanmu? Apa ini yang kamu bilang janji kita? Apa benar kamu sudah tidak suka sama aku? Atau kamu benar-benar tidak pernah menyukaiku?"

"Kalian ada masalah apa?"

Kini sang pria menatap wajah kakaknya yang cantik, ia menatap kedua bola mata yang indah kepunyaan kakaknya tersebut. Dengan susah payah ia mencoba mengukir sebuah senyum penuh kehangatan untuk kakaknya sambil menggeleng lemah "aku gak apa kak.. Kakak tenang aja..." Ujar sang Pria sambil meremas foto yang berada di atas meja

"Kalau memang ini akhirnya, biarlah aku hidup seperti ini... Kumohon menjauhlah dari hidupku Elaine... Biarlah semuanya hanya menjadi sebuah history yang terkubur sedalam-dalamnya, selama-lamanya" batin sang pria, kini tangan kanannya yang dipakai untuk meremas foto tersebut melemparkan gumpalan kertas yang sebelumnya rapih kearah tong sampah berjarak sekitar 10 meter dari jaraknya kini.

Melody kini menatap wajah Adiknya yang tampak sangat kecewa saat melemparkan foto tersebut kedalam tong sampah, kini ia mengerti mengapa sifat adiknya belakangan ini sangat berbeda dari biasanya yang ceria, humoris bahkan periang menjadi pendiam, tukang bengong dan semacamnya. "Dek... Kalo emang kamu belum mau menceritakannya ke kakak, yaudah gakpapa... Tapi kakak mohon dengan sangat, kamu jangan jadi seperti ini..." Ujar Melody yang memegang lengan satu-satunya adik lelaki yang ia punyai.

Pria tersebut mengangguk senang saat kakaknya ini dapat mengerti perasaannya saat ini, ia kembali menatap tong sampah yang baru saja berisikan sebuah foto yang ia remas menjadi sebuah bola kecil "bila memang ini ujungnya... Kau kan tetap ada di dalam jiwaku... Elaine..." Batin pria tersebut

Melody menarik lengan adiknya yang masih membayangkan sosok Elaine agar dapat mencari udara segar. Angin malam berhembus dengan kencang seakan menembus kulit, menusuk tulang. Hempasan angin malan ini membawa rambut Melody menari kesana-kesini sesuai dengan hempasan angin malam.

Sementara itu di dalam café terlihat seorang gadis berusia tak jauh dari sang pria berjalan dengan santai kearah tong sampah. Ia tampak memungut sebuah gumpalan kertas dari dalamnya dan membukanya.

"Sam... Maafin aku, aku minta maaf banget Sam... Aku nyesel... Aku mohon kamu ngerti dengan apa yang aku alami saat ini, aku gak mau kamu nyesel nantinya Sam... Aku berjanji gak akan berpaling dari kamu.. I Love You Sam.." Lirih sang gadis lalu berjalan keluar dari café dengan terus membawa fotonya yang sudah rusak akibat di remas oleh sang pria bernama Samuel tadi.



MANTAN TERINDAH
NOW START !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar