Sok Kenal Sok Dekat
.
.
[Part 1]
By : @SeenaGL
.
.
"Nabilaaaahhhhh" teriak seorang gadis membangunkan gadis yang berusia lebih muda daripada dirinya sendiri
"Bilaaahh.... Ayo bangun sarapan dulu.. Udah kak Melody siapin tuh! Kan gak enak kalo gak makan!" Sahut temannya itu
"Iya Je... Iya tant Nju.. Sebentar ya, 2 jam lagi aja.." Pinta gadis yang masih tidur yang bernama Nabilah itu tanpa membuka mata sedikit 'pun
"2 jam? Kamu gila Nabilah? Hari ini hari pertama kamu MOS.. Dan aku yang jadi Ketua OSIS nya.." Jelas Gadis yang bernama Shania
"Nabilah.. Jangan gitu napa... Aku kan Anggota OSIS juga..." Sahut gadis yang bernama Jeje. Shania lebih tua satu tahun dari Jeje, dan Jeje lebih tua satu tahun dari Nabilah.
'Tok-tok-tok...'
"Hey... Anak-anak lantai dua! Ayo sarapan, kakak-kakak udah pada nunggu tuh disana... Gak enak kalo gak makan!" Sahut seorang gadis dari luar
"Tuhh... Udah di panggil sama Sinka... Yuk bil!" Panggil Shania, ia menarik-narik tangan gadis pemalas tersebut
"Duuh tukang tidur, buruan deh bangun bil.. Ato gak gue guyur pake air" ancam Jeje yang sudah membawa ember yang kosong tentunya.
Nabilah menggeleng pelan lalu bangkit dari tidurnya "anjay, kalo lo siram basah ni kasur. Bisa-bisa dikira ngompol lagi.." Ucap Nabilah
"Naah tuh tau... Udah gih cuci muka trus kebawah. Kita tunggu ya bil... Jangan ngacir lo" kini Shania sudah membuka pintu dan keluar disusul juga oleh Jeje.
"Hemmzz iya-iya" ucap Nabilah sambil mengucek-ngucek kedua matanya "nyam-nyam... Huuh gara-gara mereka, jadi laper deh gue..." Sahutnya, ia segera mengambil handuk dan membasuh badannya.
Sementara itu di ruang makan...
"Hello everybodih!" Sapa Jeje meriah
"Hey Je..." Sapa Melody sambil membagikan nasi ke piring-piring yang kosong dibantu oleh Ve
"Hai semua..." Sapa Shania
"Hai juga nju, Je..." Sapa Naomi
Sementara Lidya sedang asik dengan HP-nya, Sinka sedang sibuk memindah-mindahkan channel tv, Viny sedang membenarkan tampilan meja makan.
"Tadaaaaa....." Ve kini datang membawa piring lauk yang besar dari arah dapur sambil sebuah senyuman mengembang dari wajah cantiknya tersebut.
"Waaaahhh......" Sahut Jeje, ia kagum bahkan tidak berkedip sedikitpun saat menatap masakan yang dibuat oleh Ve.
"Lah... Yang boys kmana? Kok belum dateng?" Tanya Melody sambil menutup rice cooker dan berjalan menuju ruang makan
"Eum... Biar Ve aja yang cari ya Mel... Bentar" kata Ve, ia membuka celemek yang ia pakai lalu segera bergegas menaiki tangga
Saat ia menaiki tangga, Ve berpapasan dengan Nabilah yang sudah rapi dan lengkap dengan seragam. "Hey.. Yuk sarapan" ajak Ve
Nabilah menggeleng pelan "en... Engga" jawabnya, suaranya terdengar gemetar.
Ve yang curiga dengan Nabilah hanya bisa memperhatikan wajahnya dan matanya yang sembab. "Kamu... Abis nangis?" Tanya Ve
Nabilah menggeleng "udah aku gak apa..." Jawabnya dan melanjutkan menuruni tangga.
"Emm... Nabilah aneh deh... Yaudah nanti aja deh mikirinnya" batin Ve, ia menaikkan kedua bahunya dan menaiki tangga menuju ke-4 kamar yang bersebelahan.
"Hey Boys! Ayo Sarapan!" Sahut Ve dari luar
"Heum.... Bentar masih ngantuk!" Jawab Vito
"Iih Vito buruan deh! Kak Ve masih ada mata kuliah nih bentar lagi!" Sahut Ve
"Iya Ve, 2 menit lagi... Masih pake baju!" Jawab Adit
"Oke, Rizal, Axel!" Sahut Ve lagi
"Hmmm aku turun..." Sahut mereka kompak
Akhirnya Ve bisa tersenyum menang "oke, ditunggu di bawah. Jangan lama-lama" peringat Ve, ia pun menuruni tangga menuju ruang makan.
Ve mengedarkan pandangannya, namun ia tidak mendapati sosok Nabilah. Padahal semuanya lengkap.
"Udah disuruh turun Ve?" Tanya Melody yang memecahkan kaca lamunan Ve
"Eh.. Eum.. Udah Mel... Katanya bentar" jelas Ve, ia pun menarik kursi dan segera duduk. "Nabilah mana?" Tanya Ve
Semua hanya menggeleng, ada juga yang mengangkat kedua bahunya "katanya sih dia mau berangkat duluan" jelas Jeje
"Naik?" Tanya Ve cepat
Jeje mengangkat kedua bahunya, sementara Shania menggeleng "gak tau..."
"Ish.. Tadi kakak liat dia abis nangis gitu di tangga" jelas Ve
Melody membulatkan kedua matanya "ke.. Kenapa Ve?" Tanya Melody, sementara Ve hanya menggeleng lemas
"Hahh~"
Trio Boys pun turun, trio boys tuh Axel, Rizal, Vito. Sementara Adit tidak mau ikut geng Trio Boys, dengan alasan ia bukanlah anak SMA lagi.
"Nah pas banget. Vito, tolong kejar Nabilah ya. Se-enggaknya jagain dia, kak Melody khawatir. Soalnya perasaan kak Melody gak enak.." Jelas Melody sambil duduk di kursinya.
"Jiah... aku belum sarapan kak..." Lirih Vito
"Udah di sekolah aja... Kan dah ada uang jajan" jelas Melody "gih susulin ya Vit... Kakak nitip Nabilah sama kamu" lanjutnya
Vito hanya mengangguk kecil dan berjalan menuju ruang keluarga untuk mengambil kunci motor. "Yaudah, kalo gitu Vito duluan. Bye kakak Ketos Males..." Ledek Vito sambil berjalan keluar rumah menuju garasi dimana motornya diparkirkan.
"Ih.. Vito masih ngeledek pula!" Sahut Shania, ia mulai menyantap sarapannya dengan semangat.
Terlihat Rizal, Axel, Shania, Sinka, dan juga Jeje telah siap untuk berangkat. "Hey.. Kalian ada yang anggota OSIS gak?" Tanya Melody
Rizal, Axel, Shania, Sinka dan Jeje mengangkat tangan. "Semuanya OSIS?" Tanya Melody
"Dia Ketos" Jeje menunjuk Shania, iikuti oleh Sinka, Axel, dan Rizal.
"Eh... Gak usah gitu juga kali nunjuknya..." Kata Shania, sontak seluruh teman-temannya tertawa.
"Tolong ya, pe-ringan kegiatan MOS-nya Nabilah, kakak takut dia keinget keluarganya lagi" kata Melody
"Tenang aja kak.. Kita kasih keringanan kok.. Tanpa disuruh aja udah kita lakuin" sahut Shania sambil tersenyum
Sementara itu di jalanan yang lumayan macet
[Vito POV]
Aku menjalankan motorku dengan sangat lambat, selain karena aku malas aku juga kelaperan. "Huuufftt Nabilah, bisa gak sih sekaliiii aja gak bikin orang khawatir sama kamu" gerutuku, kulintasi jalanan dengan sangat lambat
Ku berhentikan motorku saat lampu lalulintas berwarna merah. Sesekali kuedarkan pandanganku mencari sosok yang tengah kucari-cari.
Pandanganku tertuju pada suatu gang sempit diantara dua buah gedung yang tinggi. Aku melihat seorang gadis yang tengah kesulitan disana, tanpa pikir panjang segera kutrobos lampu merah dan memarkirkan motorku di trotoar
kurasa gadis tersebut sangat tersudut, ku lihat wajah gadis tersebut sebelum bertindak. Na... Nabilah! Ya itu Nabilah! Dan kutatap preman brengsek itu, ada satu berbadan kekar, dan satu kecil namun agak tinggi.
Kulihat salah satu preman itu (yg kecil) mendekati Nabilah hendak menciumnya, dengan cepat kutarik kerah baju preman itu hingga ia terjatuh ke belakang.
"Cih... Enak aja maen cium-cium segala!" Sahutku sambil membuang preman tersebut. Kutatap tajam kedua mata preman yang nyaris saja mencium Nabilah.
"Ka.. Kak Vito..." Panggil Nabilah tak percaya, kulihat air mata telah membanjiri wajahnya. Ia memelukku dari belakang.
Oh God, udah lama sekali aku gak pernah ngerasa di peluk dengan hangat seperti ini. Lalu dengan perlahan ku lepas pelukannya dan mencoba menghapus airmata dari wajahnya.
"Udah.. Jangan nangis... Kakak pasti lindungin kamu, walaupun nyawa kakak taruhannya" jawabku semena-mena. What! Gue bilang 'walaupun nyawa gue taruhannya' shit salah bilang
"Ka... kak...." Panggil Nabilah lirih, kini aku kembali menatap para penjahat itu. Si Kekar membantu rekannya yang tersungkur
"Heh... Udah deh, lo siapa hah! Biarin kita mau menuhin nafsu kita nih!" Sahut si kecil
"Iya! Kita udah ngincer dia selama 5 bulan! Skarang lo gak usah ikut campur sama urusan kita!" Sahut si Kekar
Terlihat Nabilah bersembunyi di belakangku dan menarik bajuku "kak.. Lari..." Kata Nabilah, aku menggeleng pelan
"Kalo lari, nanti malah jadi panjang" ucapku pelan.
"Jadi lo berdua udah ngincer dia?" Tanyaku memastikan. Mereka berdua mengangguk mantap
"Iya sob! So, please jangan ganggu kita. Kita lagi mau seneng-seneng nih! Ayo dong sayang..." Goda si kecil pada Nabilah
"Idih..." Sahut Nabilah kecil, hanya terdengar olehku saja.
"Cih... Kalo lo mau seneng-seneng sama dia, langkahin dulu mayat gua!" Sahutku lantang dan memicu pandangan orang-orang luar. Aku kini berlari kencang menuju si kecil dan memukulnya, namun si kekar menghalangi
"AWAS!!!!" Sahutku, "Fire Punch!"
Blaaarrrrr
Lengan si Kekar terbakar karena tinjuku, ia pun meringis sambil terguling-guling di tanah. Ku tatap Nabilah yang tidak percaya.
"Now... You!" Kini pandanganku kembali ke preman kecil yang ketakutan, kutunjuk kearahnya dengan telunjuk tangan kananku. Ia terduduk sambil gemetaran.
"Berani-beraninya lo ngincer dia!!" Sahutku, kini aku berlari menuju ia. Namun preman itu berlari "teleport!"
Aku men-teleport diriku sendiri, kini aku sudah berada di depannya. "Ba... Bagaimana bisa!?" Sahutnya tak percaya
Aku menaikan kedua bahuku "ntahlah... Bagaimana ya?" Tanyaku balik "Punch!" Aku meninjunya di bagian perut, ia tampak terlempar jauh bahkan keluar dari gang.
Kini aku berlari cepat menuju Nabilah yang tampak kaget dengan apa yang ku perbuat. Ku tarik tangannya yang mungil "ayo, nanti dijalan ku jelasin. Nanti kamu bisa telat MOS" kataku. Kini aku menarik tangannya menuju motorku.
"Lepasin!" Teriaknya sambil melepaskan tanganku dengan paksa. "Kakak jahat...!" Sahut Nabilah, ia pun berlari ke sebrang jalanan
Namun...
[To Be Continue...]
Author's Note :
Ciaattttt ini adalah Spin Off dari DICE, komik yang ada di webtoons itu lhoo yang dari LINE. Selamat membaca! Thx yang udh comment, tolong kritiknya. Karena Kritik adalah Motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar